BRMP Jambi Apresiasi Inovasi Petani, PM-AAS 80 Hektare Tunjukkan Perkembangan Menjanjikan
TANJUNG JABUNG BARAT – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi memantau perkembangan Program Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kamis (9/7), untuk memastikan penerapan teknologi budidaya berjalan sesuai petunjuk teknis sekaligus mendukung percepatan swasembada pangan nasional. Monitoring dipimpin Ketua Tim Kerja Penerapan dan Diseminasi BRMP Jambi Kiki Suheiti, M.Eng., bersama tim, Koordinator Wilayah Batang Asam Hariyanto Hasibuan, S.P., penyuluh pendamping, dan petani peserta PM-AAS.
Hasil monitoring menunjukkan tanaman padi varietas Inpari 42 telah berumur 29 Hari Setelah Tanam (HST), dengan total areal tanam mencapai 80 hektare yang terdiri atas 60 hektare lahan PM-AAS, 18 hektare lahan swadaya, dan 2 hektare lahan demplot. Tahapan budidaya telah menerapkan pupuk organik dan sistem tanam menggunakan drum seeder. Petani juga memodifikasi jumlah lubang pada drum seeder dari tujuh menjadi 14 agar populasi tanaman lebih rapat dan potensi hasil panen meningkat. Tim turut menemukan gejala serangan wereng sehingga pemantauan dan pengendalian organisme pengganggu tanaman perlu ditingkatkan, sementara tambahan aplikasi silika direncanakan untuk memperkuat batang padi agar lebih tahan rebah menjelang fase generatif.
“Kami melihat semangat petani dalam mengadopsi teknologi PM-AAS sangat tinggi. Bahkan, mereka mampu melakukan inovasi dengan memodifikasi drum seeder agar populasi tanaman lebih optimal,” ujar Kiki. Hariyanto menambahkan, tiga kelompok tani lokasi PM-AAS di Batang Asam menunjukkan komitmen yang baik dalam merawat tanaman sejak tanam hingga panen. BRMP Jambi akan terus memperkuat pendampingan bersama penyuluh dan petani agar pertumbuhan tanaman tetap optimal, produktivitas padi meningkat, dan swasembada pangan dapat diwujudkan secara tangguh dan berkelanjutan. (SA)